Postingan

Tokoh Utama

"Kamu keberatan nggak, kalau aku ngambil inspirasi tokoh utama di novelku dari kamu?" "Boleh, asal nggak pakai nama asliku." Dia melipat kedua tangannya di dada, melemparkan tatapan hangatnya. "Emang kamu mau nulis cerita tentang apa?" "Agak relate sih sama keadaan kita sekarang. Tentang circle pertemanan seorang siswa SMA, tapi mau aku tambahin unsur romance." "Still romance-nya dong, pliss!" Dia terlihat bersemangat. Aku terdiam, berpikir sejenak untuk memutuskan harus jujur atau tidak. Seperti yang kupikirkan beberapa hari terakhir ini. Seorang penulis bisa mengubah perasaannya terhadap tokoh yang dia tulis hanya dengan menekan tombol delete. Namun, dia tidak bisa mengubah perasaan terhadap seseorang yang menjadi alasan baginya untuk menciptakan tokoh tersebut. Suasana kafe memang terasa berbeda saat itu. Ada detik yang terlewat. Ada hangat yang melekat. Aku menarik nafas dalam-dalam, membalas pandangannya, dan berkata, "Kalau k...